PEMBIMBINGAN AKADEMIK

PEMBIMBING AKADEMIK

Setiap mahasiswa mempunyai seorang Pembimbing Akademik (PA) yang ditunjuk/ditugaskan serta ditetapkan oleh program studi. Seorang PA adalah staf pengajar tetap pada program studi yang memiliki tugas sebagai berikut:

  1. Mengarahkan mahasiswa dalam menyusun rencana studi dan memberikan pertimbangan kepada mahasiswa dalam memilih mata kuliah yang akan diambil;
  2. Memberikan pertimbangan kepada mahasiswa tentang banyaknya kredit yang dapat diambil;
  3. Mengikuti perkembangan studi mahasiswa yang dibimbingnya;
  4. Bila perlu, dapat memberikan bimbingan dan arahan yang bersifat non-akademik.


TUJUAN BIMBINGAN AKADEMIK

  1. Memperlancar penyelenggaraan pendidikan bagi mahasiswa.
  2. Membantu mahasiswa dalam:
    • Memahami karakteristik sistem pendidikan;
    • Memahami perangkat administrasi pendidikan;
    • Melaksanakan proses belajar dengan baik.
  3. Mengembangkan kebiasaan belajar yang baik sehingga terjadi proses kemandirian dalam kegiatan belajar.


PELAKSANAAN BIMBINGAN AKADEMIK

A. Sebelum semester akademik berlangsung

  1. Mahasiswa mengisi isian rencana studi (IRS) secara on-line berdasarkan kelas mata kuliah yang ditawarkan di jadwal kelas mata kuliah dan sesuai dengan kurikulum yang sudah ditetapkan ke mahasiswa tersebut;
  2. Jumlah sks yang diperbolehkan untuk diambil disesuaikan dengan indeks prestasi semester ips mahasiswa tersebut dalam 1 satu semester atau 2 dua semester sebelumnya bila ips satu semester lalu tidak tersedia misal karena cuti.
  3. Jumlah sks maksimum yang dapat diambil oleh mahasiswa program sarjana kelas reguler, kelas paralel pada setiap semester adalah sebagai berikut;

IP Semester Sebelumnya

SKS Maksimum 

<2,00

12

2,00 – 2,49

15

2,50 – 2,99

18

3,00 – 3,49

21

3,50 – 4,00

24

  1. Jumlah sks yang diperbolehkan untuk diambil khusus untuk semester pendek mengikuti ketentuan yang berlaku tentang semester pendek;
  2. IRS dinyatakan bermasalah jika;
    • Mahasiswa mengambil mata kuliah dengan jadwal kuliah yang bentrok;
    • Mahasiswa mengambil mata kuliah yang prasyaratnya belum terpenuhi;
    • Mahasiswa mengambil sks lebih daripada jumlah sks yang diperbolehkan;
    • Mahasiswa mengambil mata kuliah yang jumlah pendaftarnya melebihi kapasitas yang disediakan.
  3. Dosen pembimbing akademik (PA) tidak dapat menyetujui IRS mahasiswa yang bermasalah;
  4. IRS bermasalah dikirimkan ke Wakil Dekan Bidang Akademik untuk diputuskan lebih lanjut;
  5. Pengisian IRS dilakukan secara online melalui SIAK-NG oleh mahasiswa. Sistem akan memeriksa sesuai data kurikulum, kemudian irs mahasiswa tersebut dimintakan persetujuan dari pa; atau jika bermasalah dimintakan persetujuan dari wakil dekan bidang akademik;
  6. PA diharapkan tetap melakukan proses pembimbingan akademik secara tatap muka untuk meminimalisir kemungkinan yang tidak diharapkan.

B. Saat berlangsungnya semester akademik

  1. Perkembangan studi setiap mahasiswa diikuti oleh pembimbing akademiknya sehingga hambatan studi mahasiswa dapat diketahui sedini mungkin, antara lain tentang keteraturan kehadiran mahasiswa, ujian-ujian, tugas, atau laporan dari mata kuliah/praktikum, seminar, dan tugas akhir.
  2. Konsultasi diberikan oleh pembimbing akademik apabila mahasiswanya menjumpai kesulitan, dan bila dipandang perlu meneruskan masalahnya untuk dapat memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling. Masalah yang sering dihadapi mahasiswa adalah:
    • Penyesuaian diri dalam kegiatan belajar.
    • Hubungan sosial yang bermasalah, baik dengan orangtua, saudara, induk semang tempat kos, teman, dosen, karyawan, ataupun lingkungan pergaulan.
    • Kesehatan, baik jasmani maupun rohani mental.
    • Ekonomi, misalnya ketidakmampuan membayar uang kuliah secara penuh, ketidakmampuan membeli/memfotokopi buku-buku kuliah yang diperlukan, dan lain sebagainya.

C. Akhir semester akademik

  1. Perkembangan prestasi hasil belajar mahasiswa dipantau oleh pa secara online melalui SIAK-NG.
  2. Pelaksanaan evaluasi keberhasilan studi mahasiswa dilakukan oleh Ketua Program Studi yang dibantu oleh PA seperti yang tercantum dalam peraturan akademik.
  3. Mahasiswa yang terkena evaluasi ataupun yang hampir/telah melewati batas studi akan mendapat perhatian khusus dari PA yang bersangkutan.
  4. PA memeriksa semua persyaratan yang harus dipenuhi sebelum mahasiswa mengajukan pengambilan tugas akhir.
  5. PA kemudian menyetujui dan mengesahkan transkrip akademik serta surat permohonan mahasiswa untuk menempuh ujian tugas akhir.